Lima Jurnalis Masih Hilang, Solidaritas Menguat dari Gowa: Keselamatan Peliput Jadi Sorotan

GOWA 18 Sep 2026 15:10 2 min read 19 views By admin

Share berita ini

Lima Jurnalis Masih Hilang, Solidaritas Menguat dari Gowa: Keselamatan Peliput Jadi Sorotan
Solidaritas terhadap para jurnalis yang masih dalam pencarian diwujudkan melalui doa bersama dan aksi menyalakan lilin di pelataran Museum Balla Lompoa, Kabupaten Gowa, Kamis (17/9/2026) malam.

GOWA, ZATERANEWS.COM — Hilangnya lima jurnalis saat menjalankan tugas peliputan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau menjadi pengingat keras bahwa profesi wartawan kerap berada di garis depan risiko. Di Kabupaten Gowa, solidaritas terhadap para jurnalis yang masih dalam pencarian diwujudkan melalui doa bersama dan aksi menyalakan lilin di pelataran Museum Balla Lompoa, Kamis (17/9/2026) malam.

 

Kegiatan yang digagas Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Pengurus Daerah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) itu dihadiri Kapolresta Gowa Kombes Pol. Dr. H. Muh. Yusuf Usman, Wakil Rektor II UMI Prof. Zakir Sabara HW, serta puluhan insan pers.

 

Keselamatan Wartawan Jadi Pesan Utama

 

Di tengah suasana haru, Kapolresta Gowa menegaskan bahwa peristiwa tersebut harus menjadi perhatian bersama mengenai pentingnya keselamatan dalam peliputan, khususnya di wilayah bencana dan daerah berisiko tinggi.

 

Menurutnya, tugas jurnalistik memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi kepada publik, namun keselamatan awak media tidak boleh diabaikan.

 

“Keselamatan juga menjadi hal yang utama ketika rekan-rekan semua melaksanakan tugasnya,” ujar Kombes Pol. Muh. Yusuf Usman.

 

Ia mengingatkan para jurnalis agar selalu memperhatikan situasi di lapangan dan mengenali berbagai potensi bahaya yang dapat muncul sewaktu-waktu saat bertugas.

 

Tragedi yang Mengguncang Dunia Jurnalistik

 

Doa bersama tersebut digelar sebagai bentuk dukungan moral bagi lima jurnalis yang hingga kini masih dalam proses pencarian setelah hilang kontak saat melakukan peliputan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.

 

Kelima jurnalis tersebut masing-masing M. Bagus Khoirunnas (ANTARA), Arie Basuki (Merdeka.com), Yudistiro Pranoto (iNews), Firdaus Wajidi (Anadolu Agency), serta Donal Husni yang berstatus jurnalis lepas.

 

Selain lima jurnalis, tiga awak kapal yang mendukung aktivitas peliputan juga dilaporkan hilang kontak.

 

Ketua IJTI Pengda Sulselbar Andi Mohammad Sardi mengatakan peristiwa tersebut menjadi momentum refleksi bagi seluruh pekerja media agar semakin disiplin menerapkan standar keselamatan dan prosedur peliputan di wilayah bencana.

 

Solidaritas untuk Rekan Seprofesi

 

Bagi komunitas pers, kegiatan itu bukan sekadar seremoni menyalakan lilin, melainkan bentuk kepedulian terhadap rekan-rekan seprofesi yang tengah menghadapi situasi darurat dalam menjalankan tugas jurnalistik.

 

Kapolresta Gowa juga berharap sinergi antara kepolisian dan insan pers terus terjalin, termasuk dalam membangun kesadaran akan pentingnya perlindungan dan keselamatan pekerja media di lapangan.

 

Peristiwa hilangnya lima jurnalis tersebut menjadi pengingat bahwa di balik setiap informasi yang diterima publik, terdapat risiko yang kerap harus dihadapi para pewarta demi memastikan fakta sampai kepada masyarakat. (*)

 
 
Zatera News